News  

92 Persen Netizen Keluhkan Tindakan Politik Cawe-cawe Jokowi

Presiden Jokowi di Acara Puncak Musra Indonesia

Senin, 15 Mei 2023 – 07:20 WIB

VIVA Nasional – Setahun menuju Pesta Demokrasi 2024, eforia masyarakat maupun para politisi sudah mulai terlihat. Pemilihan presiden maupun wakilnya akan  dilaksanakan pada Februari 2024 mendatang. Komunikasi publik pun mulai memanas.

Pada momen mendekati maupun saat pilpres  biasanya mulai muncul geliat-geliat atau manufer politik dari partai politik maupun tokoh-tokoh yang berpartisipasi. Belakangan Presiden Jokowi memanggil beberapa Ketua Umum Partai Politik ke Istana untuk urusan Pilpres, pada 2 Mei 2023 lalu.

Atas dasar inilah, Continuum INDEF melakukan  analisa terkait Politik Cawe-cawe Jokowi yang menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Gambar Prabowo Subianto saat di Musra relawan Jokowi.

Gambar Prabowo Subianto saat di Musra relawan Jokowi.

Untuk mengetahui reaksi masyarakat tentang politik cawe-cawe Jokowi, dengan memanggil beberapa ketua umum partai ke Istana Continuum INDEF menggunakan Big Data untuk menyasar komentar netizen di media sosial yakni Twitter.

Selama periode 28 April hingga 8 Mei 2023 terdapat 16.698 ribu perbincangan atau tweets yang diposting oleh 12.144 ribu pengguna, sedangkan 76,6% user berlokasi di Pulau Jawa.

“Dari data analisa didapat 92% netizen mengeluhkan tindakan Jokowi. Sedangkan 8% publik menilai tindakan Jokowi itu wajar, karena menurut publik presiden memang wajib Cawe-cawe sesuai sumpah jabatannya,” kata Peniliti/Analyst Continuum INDEF Maisie Sagita, dalam Diskusi Publik: Netralitas Presiden, Abuse of Power dan Penodaan Demokrasi, Minggu, 14 Mei 2023.

Halaman Selanjutnya

Cawe-cawe yang dimaksud, presiden perlu mengarahkan para tokoh yang mempunyai semangat dan jiwa nasionalisme untuk berlaga di Pilpres 2024.

img_title

Sumber: www.viva.co.id