News  

Jokowi Minta Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2023

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Senin, 24 April 2023 – 07:43 WIB

VIVA Nasional – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada para warga yang ingin kembali ke perantauan pasca mudik lebaran agar mengatur waktu dan menghindari puncak arus balik lebaran 2023. Jokowi meminta masyarakat tidak balik ke daerah perantauan dalam waktu yang bersamaan.

Jokowi memperkirakan puncak arus balik lebaran 2023 terjadi pada tanggal 24 dan 25 April 2023. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang tak memiliki kebutuhan mendesak agar menunda waktu kembalinya ke Ibu Kota.

“Untuk memecah penumpukan yang terjadi pada puncak arus balik di tanggal 24 dan 25 April 2023 secara bersamaan, pemerintah mengajak masyarakat yang tidak ada keperluan mendesak untuk menghindari Puncak arus balik tersebut dengan cara menunda atau mengundurkan jadwal kembali mudik setelah tanggal 26 April 2023,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya, Senin 24 April 2023.

Gerbang Tol Cikampek Utama Saat Arus Mudik 2023

Gerbang Tol Cikampek Utama Saat Arus Mudik 2023

Dalam keterangannya, Jokowi menyebut bahwa Pemerintah telah berhasil mengelola jalannya arus mudik lebaran 2023 sehingga arus mudik lebaran tahun 2023 berjalan baik dan lancar. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, kata Jokowi, setidaknya ada 203 ribu kendaraan yang akan balik dari arah timur dan melalui tol Trans Jawa.

Jumlah ini merupakan angka yang besar dan perlu diantisipasi dengan baik. Jokowi mengatakan, hari-hari biasanya, kendaraan yang melintas dari arah timur ke barat hanya berkisar 53 ribu kendaraan.

“Data Kementerian Perhubungan, kemenhub memprediksi setidaknya 203.000 kendaraan perhari dari arah Timur, Jalan Tol Trans Jawa dan dari arah Bandung diperkirakan akan melalui tol jakarta-cikampek. Tentu ini merupakan jumlah yang sangat besar dibandingkan dari jumlah normalnya yaitu 53.000 kendaraan,” ujar Jokowi.

Halaman Selanjutnya

Kepala Negara mengatakan, agar tidak terjadi kemacetan ekstrem, maka masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak agar menunda balik ke Ibu Kota atau daerah perantauan lainnya. Jokowi menyebut ketentuan ini berlaku juga bagi ASN, TNI, Polri dan BUMN dan teknisnya bisa diatur oleh masing-masing instansi.

img_title

Sumber: www.viva.co.id