News  

Kereta Api Argo Bromo Anggrek Tertemper Mobil di Semarang, 2 Orang Tewas

KA Argo Bromo Anggrek yang tertemper mobil di Semarang.

Kamis, 23 Februari 2023 – 18:47 WIB

VIVA Nasional – Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi – Gambir tertemper mobil di perlintasan sebidang tidak terjaga di jalur antara Stasiun Alastua – Semarang Tawang, Kamis, 23 Februari 2023 siang. Akibat kejadian itu tangki BBM lokomotif bocor dan tak bisa melanjutkan perjalanan. Sementara dua orang yaitu pengemudi dan penumpang mobil Xenia tewas. 

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, kecelakaan bermula ketika Daihatsu Xenia bernomor polisi H 8829 DK melintas dari arah utara ke selatan. Saat melintas perlintasan tanpa palang pintu, pengemudi Xenia diduga kurang waspada dan terjadi insiden tersebut.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Jendri Wintoko mengatakan, kereta api tertemper mobil karena mobil itu berada di jalur yang mestinya dilewati kereta api.

KA Argo Bromo Anggrek yang tertemper mobil di Semarang.

KA Argo Bromo Anggrek yang tertemper mobil di Semarang.

Photo :

  • tvOne/ Teguh Joko Sutrisno

“Itu bukan kereta api yang menabrak, tapi keretanya yang tertemper mobil karena itu kan jalannya kereta dan mobil ada di jalur tersebut saat kereta lewat. Sebelum terjadi temperan, masinis kereta sudah membunyikan klakson lokomotif atau semboyan 35 secara berulang-ulang,” ujar Ixfan.

Setelah kejadian, menurut dia, pihak Daop 4 berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengecekan. Hasilnya ditemukan tangki BBM lokomotif mengalami bocor. Kemudian disiapkan lokomotif pengganti untuk menarik rangkaian dari lokasi masuk ke Stasiun Semarang Tawang. Perjalanan kereta api itu pun mengalami keterlambatan beberapa jam.

Ixfan menjelaskan, sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapin, pada Pasal 94 menyebutkan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

Halaman Selanjutnya

Kemudian, penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah.

img_title

Sumber: www.viva.co.id