News  

Keributan Massa di Tasikmalaya, Perwira Polisi Ditantang Pakai Samurai

Polisi berupaya melerai keributan Massa di Tasikmalaya

Minggu, 23 April 2023 – 21:31 WIB

VIVA Nasional – Keributan terjadi di Jalur Mudik Ciawi Tasikmalaya, tepatnya di dekat Pos Pengamanan (Pospam) Panyusuhan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu 23 April 2023 petang. Beberapa di antara mereka ada yang mengacungkan senjata tajam jenis pedang katana atau samurai dan golok.

Keributan antardua kelompok itu sempat membuat arus lalu lintas sedikit tersendat. Bahkan, seorang perwira kepolisian yang sedang melakukan pengamanan jalur mudik sempat ditantang menggunakan pedang katana atau samurai, saat berupaya melerai keributan tersebut.

Polisi berupaya melerai keributan Massa di Tasikmalaya

Polisi berupaya melerai keributan Massa di Tasikmalaya

Karena tak dihiraukan saat dilerai, polisi pun sempat megeluarkan tembakan peringatan di lokasi. Tembakan diletuskan sebanyak tiga kali, karena keributan itu tak kunjung selesai.

Perwira Pengandali (Padal) Pospam Sukamantri, Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Hilman Aloy mengatakan, kejadian bermula saat ia sedang melakukan pengaturan lalu lintas, tiba – tiba ada warga yang datang melapor ke pos. Warga tersebut melaporkan kejadian keributan yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian.

“Kita awalnya lagi pengaturan lalin, ada warga lari ke pos, katanya ada yang ribut-ribut merusak mobil dan ada yang dikejar sama samurai. Kita bersama rekan-rekan ngecek ke TKP kesana, mereka lari-lari masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah mereka lagi pada berkumpul,” kata Padal Pospam Sukamantri, Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Hilman Aloy, 

Menurut Hilam, kedatangan polisi tak membuat dua kelompok yang berseteru itu segan. Namun, malah menantang polisi untuk berkelahi sambil menenteng golok. Guna meredam keributan, polisi pun sempat mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak 3 kali. 

Halaman Selanjutnya

“Begitu mereka pada keluar nyerang lagi yang pake mobil. Udah pake samurai pecahkan kaca mobil itu. Kami keluarkan tembakan peringatan baru mereka lari lagi. Sebanyak tiga kali keluarkan tembakan. Intinya untuk melerai keributan. Karena posisi masyarakat masih ramai,” ucap Hilman.

img_title

Sumber: www.viva.co.id