News  

Mahfud MD Lobi Ketum Parpol Buat Pengesahan RUU Perampasan Aset

Mahfud MD RDP dengan Komisi III Terkait 394 Triliun

Jumat, 14 April 2023 – 20:06 WIB

VIVA Nasional – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan sudah berkomunikasi dengan ketua umum partai politik untuk membahas soal pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana. Saat ini naskah substansif RUU tersebut telah rampung dan siap diserahkan ke DPR RI. 

“Kalau soal komunikasi dengan pimpinan Parpol sudah pasti. Sudah pasti kita saling komunikasi. Baik melalui media terbuka maupun ketemu, baik resmi maupun tidak resmi,” kata Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jumat 14 April 2023.

Ilustrasi paripurna

Mahfud MD menegaskan suatu keharusan untuk berkomunikasi dengan partai politik. Mengingat, negara Indonesia menjunjung tinggi sikap demokrasi. Menurutnya, pihak parpol juga nampak antusias untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset.

“Itu satu keharusan di negara demokrasi. Kita jalan tentang itu. Semua nampaknya sama, ingin RUU perampasan aset ini segera sampai ke DPR baik parpol maupun pemerintah, maupun DPR. Kan parpol-parpol sudah minta segera dong diajukan, DPR-nya juga,” ucapnya.

Sebelumnya, Mahfud MD memimpin rapat rapat teknis mengenai RUU Perampasan Aset. Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah Kementerian dan Lembaga yang berkaitan dengan RUU Perampasan Aset seperti Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, PPATK, Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung. Mahfud mengungkapkan terhadap draf RUU Perampasan Aset itu sudah diparaf oleh Menteri dan Lembaga yang bersangkutan.

“Saya informasikan bahwa naskah yang memuat keseluruhan substansi sudah selesai dan sudah diberi paraf oleh menteri atau ketua lembaga atau kepala ketua lembaga yang terkait dalam hal ini Kemenkumham kemudian Menteri Keuangan Jaksa Agung Kapolri kepala PPATK dan saya selaku Menko polhukam sudah memaraf naskah yang akan dikirim ke DPR,” kata Mahfud dalam keterangan persnya, Jumat 14 April 2023.

Halaman Selanjutnya

Menurut Mahfud, rapat pada hari ini membahas dan merapihkan masalah teknis dan redaksional pada naskah RUU Perampasan Aset itu. Akan tetapi, proses merapihkan redaksional tersebut tak akan mengubah substansi dari RUU Perampasan Aset itu.

img_title

Sumber: www.viva.co.id